Hal terkejam di dunia ini adalah, ketika kamu membiarkan seseorang mencintaimu. Sedangkan kamu tak berniat menyambutnya sama sekali. !!!
Sabtu, 28 Mei 2011
PUISI berjudul "Puisi"
Jawaban
Sekali lagi,,
Tak ada jawaban untuk sebuah tanya,,
Bagi satu pihak, suatu jawaban menjadi sangat penting untuk diberikan,,,,,
Sedang bagi pihak lain,
tak semua pertanyaan selesai hanya dengan sebuah jawaban lisan
Adakalanya,
Diampun bisa menjadi sebuah jawaban.
-Saya ingat kata-kata ini dari Novel yang pernah saya baca, tapi entah apa judulnya-
Tak ada jawaban untuk sebuah tanya,,
Bagi satu pihak, suatu jawaban menjadi sangat penting untuk diberikan,,,,,
Sedang bagi pihak lain,
tak semua pertanyaan selesai hanya dengan sebuah jawaban lisan
Adakalanya,
Diampun bisa menjadi sebuah jawaban.
-Saya ingat kata-kata ini dari Novel yang pernah saya baca, tapi entah apa judulnya-
Hidupku & Lamunanku
Hidup itu di antara;
Bahagia dan Sedih,,,,
Diharapkan dan diacuhkan,,,
Dibanggakan dan dicela,,,,
Dicintai dan dibenci,,,,
Disanjung dan dicaci,,,,,
Tertawa (???) dan Menangis (!!!)
Bahkan,
Ditertawai,,,,,,
Menangisi pun ditangisi,,,,,
Hidup itu sekali,,,,
Matipun sekali,,,,
hemmmm
Beberapa Petikan Bermanfaat
"Orang yang paling sempurna bukanlah orang dengan otak sempurna, melainkan orang yang dapat mempergunakan sebaik-baiknya dari bagian otaknya yang kurang sempurna."
-Aristoteles-
"Orang yang baik itu bebas, meskipun dia adalah seorang budak. orang yang jahat itu budak, sekalipun dia adalah raja."
-Agustinus-
"Hanya orang yang memiliki kepercayaan dalam hatinya yang dapat dipercaya oleh orang lain."
-Erich Fromm-
"Aku adalah diriku. Aku tidak dapat melakukan banyak hal. Namun aku melakukan sesuatu. Aku tidak akan menolak melakukan sesuatu yang sanggup ku lakukan."
-Helen Keller-
"Semakin lama kita menyalahkan kemalangan kita, semakin lama pula kemalangan itu akan menghancurkan kita."
-Voltaire-
"Saya selalu mengerjakan apa yang tidak bisa saya kerjakan, agar saya dapat belajar bagaimana mengerjakannya."
-Pablo Picasso-
"Kuasailah dirimu, sebelum kau kuasai dunia !"
-Descartes-
"Kejeniusan tanpa pendidikan, ibarat perak di dalam tambang."
-Benjamin Franklin-
"Logika akan membawa anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa anda ke manapun."
-Albert Einstein-
''Bila Anda berpikir Anda bisa, maka Anda benar.Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, maka Anda pun benar. Tapi ketika Anda berpikir tidak bisa, sesungguhnya Anda telah membuang waktu untuk menjadi bisa."
-Henry Ford-
''Orang yang berilmu mengetahui orang yang bodoh karena dia pernah bodoh. Sedangkan orang bodoh, tidak mengetahui orang berilmu karena dia tidak pernah berilmu."
-Plato-
''Orang yang melakukan perbuatan secara sembunyi-sembunyi dan tidak terang-terangan, maka dia tidak berharga di hadapan dirinya sendiri.''
-Socrates-
'' Cobalah dulu, baru cerita. Pahami dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata.Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap."
-Socrates-
Grazie,,,,,,,,,,^_^
-Aristoteles-
"Orang yang baik itu bebas, meskipun dia adalah seorang budak. orang yang jahat itu budak, sekalipun dia adalah raja."
-Agustinus-
"Hanya orang yang memiliki kepercayaan dalam hatinya yang dapat dipercaya oleh orang lain."
-Erich Fromm-
"Aku adalah diriku. Aku tidak dapat melakukan banyak hal. Namun aku melakukan sesuatu. Aku tidak akan menolak melakukan sesuatu yang sanggup ku lakukan."
-Helen Keller-
"Semakin lama kita menyalahkan kemalangan kita, semakin lama pula kemalangan itu akan menghancurkan kita."
-Voltaire-
"Saya selalu mengerjakan apa yang tidak bisa saya kerjakan, agar saya dapat belajar bagaimana mengerjakannya."
-Pablo Picasso-
"Kuasailah dirimu, sebelum kau kuasai dunia !"
-Descartes-
"Kejeniusan tanpa pendidikan, ibarat perak di dalam tambang."
-Benjamin Franklin-
"Logika akan membawa anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa anda ke manapun."
-Albert Einstein-
''Bila Anda berpikir Anda bisa, maka Anda benar.Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, maka Anda pun benar. Tapi ketika Anda berpikir tidak bisa, sesungguhnya Anda telah membuang waktu untuk menjadi bisa."
-Henry Ford-
''Orang yang berilmu mengetahui orang yang bodoh karena dia pernah bodoh. Sedangkan orang bodoh, tidak mengetahui orang berilmu karena dia tidak pernah berilmu."
-Plato-
''Orang yang melakukan perbuatan secara sembunyi-sembunyi dan tidak terang-terangan, maka dia tidak berharga di hadapan dirinya sendiri.''
-Socrates-
'' Cobalah dulu, baru cerita. Pahami dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata.Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap."
-Socrates-
Grazie,,,,,,,,,,^_^
DEADLOCK
Akhir-akhir ini pecinta sepakbola Indonesia sering menjumpai kata Deadlock. yang diketahui dari Kongres PSSI beberapa waktu silam. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, "Deadlock itu apa sih ?"
Berikut adalah penjelasannya, Monggo,,,,
Deadlock secara harfiah adalah kebuntuan. Di dalam sistem operasi berarti suatu kondisi di mana sekumpulan proses tidak dapat berjalan kembali atau tidak adanya komunikasi antar proses. Definisi lainnya yaitu sekumpulan proses yang terblok yang tiap proses tersebut memegang sumber daya dan menunggu
untuk mendapatkan sumber daya yang dipegang oleh proses di dalam kumpulan tersebut.
IlustrasiDeadlockPenyebab utama terjadinya deadlock adalah terbatasnya sumber daya yang akan digunakan oleh proses-proses. Tiap proses berkompetisi untuk memperebutkan sumber daya yang ada. Jadi deadlock berhubungan erat dengan tersedianya sumber daya dari komputer.
Penyebab utama terjadinya deadlock adalah terbatasnya sumber daya yang akan digunakan oleh proses-proses. Tiap proses berkompetisi untuk memperebutkan sumber daya yang ada. Jadideadlock berhubungan erat dengan tersedianya sumber daya dari
komputer.
Karakteristik DeadlockMenurut Coffman(1971) ada empat kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya deadloock. Keempat kondisi tersebut tidak dapat berdiri sendiri, saling mendukung.
1. Mutual Eksklusif: hanya ada satu proses yang bisa menggunakan sumber daya tersebut. Jika ada proses lain yang meminta sumber daya tersebut, maka proses itu harus menunggu sampai sumber daya dilepaskan.
2. Memegang dan Menunggu: proses yang meminta sumber daya sudah memegang sumber daya lainnya(meminta sumber daya tambahan).
3. Tidak ada Preemption: sumber daya yang sudah dialokasikan untuk sebuah proses tidak bisa diminta oleh proses lain. Sumber daya hanya bisa dilepaskan secara sukarela atau setelah proses tersebut selesai menggunakannya.
4. Circular Wait(menunggu berputar): kondisi seperti rantai yaitu saling menunggu smber daya yang dipakai oleh proses yang menunggu sumber daya tersebut.
Method untuk Menangani DeadlockPada prinsipnya kita dapat menangani deadlock dengan beberapa cara:
1. Menggunakan protokol untuk pencegahan atau penghindaran deadlock, memastikan bahwa sistem tidak akan memasuki kondisi deadlock.
2. Kita bisa mendeteksi terjadinya deadlock lalu memperbaiki.
3. Kita juga bisa mengabaikan deadlock, hal ini dilakukan pada sistem operasi berbasis UNIX.
untuk mendapatkan sumber daya yang dipegang oleh proses di dalam kumpulan tersebut.
IlustrasiDeadlockPenyebab utama terjadinya deadlock adalah terbatasnya sumber daya yang akan digunakan oleh proses-proses. Tiap proses berkompetisi untuk memperebutkan sumber daya yang ada. Jadi deadlock berhubungan erat dengan tersedianya sumber daya dari komputer.
Penyebab utama terjadinya deadlock adalah terbatasnya sumber daya yang akan digunakan oleh proses-proses. Tiap proses berkompetisi untuk memperebutkan sumber daya yang ada. Jadideadlock berhubungan erat dengan tersedianya sumber daya dari
komputer.
Karakteristik DeadlockMenurut Coffman(1971) ada empat kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya deadloock. Keempat kondisi tersebut tidak dapat berdiri sendiri, saling mendukung.
1. Mutual Eksklusif: hanya ada satu proses yang bisa menggunakan sumber daya tersebut. Jika ada proses lain yang meminta sumber daya tersebut, maka proses itu harus menunggu sampai sumber daya dilepaskan.
2. Memegang dan Menunggu: proses yang meminta sumber daya sudah memegang sumber daya lainnya(meminta sumber daya tambahan).
3. Tidak ada Preemption: sumber daya yang sudah dialokasikan untuk sebuah proses tidak bisa diminta oleh proses lain. Sumber daya hanya bisa dilepaskan secara sukarela atau setelah proses tersebut selesai menggunakannya.
4. Circular Wait(menunggu berputar): kondisi seperti rantai yaitu saling menunggu smber daya yang dipakai oleh proses yang menunggu sumber daya tersebut.
Method untuk Menangani DeadlockPada prinsipnya kita dapat menangani deadlock dengan beberapa cara:
1. Menggunakan protokol untuk pencegahan atau penghindaran deadlock, memastikan bahwa sistem tidak akan memasuki kondisi deadlock.
2. Kita bisa mendeteksi terjadinya deadlock lalu memperbaiki.
3. Kita juga bisa mengabaikan deadlock, hal ini dilakukan pada sistem operasi berbasis UNIX.
Untuk memastikan sistem tidak memasuki deadlock, sistem dapat menggunakan pencegahan deadlock atau penghindaran deadlock. Penghindaran deadlock membutuhkan informasi tentang sumber daya yang mana yang akan suatu proses meminta dan berapa lama akan digunakan. Dengan informasi tersebut dapat diputuskan apakah suatu proses harus menunggu atau tidak. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sumber daya, apakah ia sedang digunakan oleh proses lain atau tidak. Jika sebuah sistem tidak memastikan deadlock akan terjadi, dan juga tidak didukung dengan pendeteksian deadlock serta pencegahannya, maka kita akan sampai pada kondisi deadlock yang dapat berpengaruh terhadap performance system karena sumber dayatidak dapat digunakan oleh proses sehingga proses-proses yang lain juga terganggu. Akhirnya sistem akan berhenti dan harus direstart.
Pencegahan DeadlockPencegahannya sebagai berikut:
1. Masalah Mutual Eksklusif
Kondisi ini tidak dapat dilarang, jika aksesnya perlu bersifat spesial untuk satu proses,maka hal ini harus didukung oleh kemampuan sistem operasi. Jadi diusahakan agar tidak menggunakan kondisi spesial tersebut sehingga sedapat mungkin deadlock dapat dihindari.
2. Masalah Kondisi Menunggu dan Memegang Penanggulangan deadlock dari kondisi ini lebih baik dan
menjanjikan, asalkan kita dapat memegang sumber daya untuk menunggu sumber daya lain, kita dapat mencegah deadlock. Caranya ialah dengan meminta semua sumber daya yang ia butuhkan sebelum
proses berjalan. Tetapi masalahnya sebagian proses tidak mengetahui keperluannya sebelum ia berjalan. Jadi untuk mengatasi hal ini, kita dapat menggunakan algoritma bankir. Sistem operasi atau sebuah protokol mengatur hal ini. Hasil yang dapat terjadi adalah sumber daya lebih harus dispesifikasikan dan kelaparan sumber daya, atau proses yang membutuhkan sumber daya yang banyak harus menunggu sekian lama untuk mendapatkan sumber daya yang ia butuhkan.
3. Masalah tidak preemption
Hal ketiga ialah jangan sampai ada preemption pada sumberv daya yang telah dialokasikan. Untuk memastikan hal ini, kita dapat menggunakan protocol. Jadi jika sebuah proses meminta sumber daya yang tidak dapat ia penuhi saat itu juga, maka proses mengalami preempted. Dengan kata lain ada sumber daya
dilepaskan dan diberikan ke proses yang menunggu, dan proses itu akan menunggu sampai kebutuhan sumber dayanya dipenuhi. Cara lain yaitu dengan mengecek apakah sumber daya yang dicari proses tersedia atau tidak. Jika ada maka langsung dialokasikan tetapi jika tidak maka kita cek apakah ada proses lain yang sedang menunggu sumber daya juga. Jika ya maka kita ambil sumber daya dari proses yang sedang menunggu tersebut dan memberikan kepada proses yang meminta sumber daya tersebut. Jika tidak tersedia juga maka proses tersebut harus menunggu. Dalam menunggu beberapa dari sumber dayanya dapat saja dipreempted jika ada proses yang memintanya. Cara ini efektif untuk proses yang menyimpan dalam memory atau register.
4. Masalah lingkaran tunggu
Masalah ini dapat ditangani oleh sebuah protocol yang menjaga agar sebuah proses tidak membuat lingkaran sikus yang dapat mengakibatkan deadlock dengan cara memberikan penomoran kepada sumber daya, dan bila suatu proses meminta sumber daya lagi maka ia hanya dapat meminta sumber daya yang nomornya lebih tinggi dari yang ia minta sebelumnya.
1. Masalah Mutual Eksklusif
Kondisi ini tidak dapat dilarang, jika aksesnya perlu bersifat spesial untuk satu proses,maka hal ini harus didukung oleh kemampuan sistem operasi. Jadi diusahakan agar tidak menggunakan kondisi spesial tersebut sehingga sedapat mungkin deadlock dapat dihindari.
2. Masalah Kondisi Menunggu dan Memegang Penanggulangan deadlock dari kondisi ini lebih baik dan
menjanjikan, asalkan kita dapat memegang sumber daya untuk menunggu sumber daya lain, kita dapat mencegah deadlock. Caranya ialah dengan meminta semua sumber daya yang ia butuhkan sebelum
proses berjalan. Tetapi masalahnya sebagian proses tidak mengetahui keperluannya sebelum ia berjalan. Jadi untuk mengatasi hal ini, kita dapat menggunakan algoritma bankir. Sistem operasi atau sebuah protokol mengatur hal ini. Hasil yang dapat terjadi adalah sumber daya lebih harus dispesifikasikan dan kelaparan sumber daya, atau proses yang membutuhkan sumber daya yang banyak harus menunggu sekian lama untuk mendapatkan sumber daya yang ia butuhkan.
3. Masalah tidak preemption
Hal ketiga ialah jangan sampai ada preemption pada sumberv daya yang telah dialokasikan. Untuk memastikan hal ini, kita dapat menggunakan protocol. Jadi jika sebuah proses meminta sumber daya yang tidak dapat ia penuhi saat itu juga, maka proses mengalami preempted. Dengan kata lain ada sumber daya
dilepaskan dan diberikan ke proses yang menunggu, dan proses itu akan menunggu sampai kebutuhan sumber dayanya dipenuhi. Cara lain yaitu dengan mengecek apakah sumber daya yang dicari proses tersedia atau tidak. Jika ada maka langsung dialokasikan tetapi jika tidak maka kita cek apakah ada proses lain yang sedang menunggu sumber daya juga. Jika ya maka kita ambil sumber daya dari proses yang sedang menunggu tersebut dan memberikan kepada proses yang meminta sumber daya tersebut. Jika tidak tersedia juga maka proses tersebut harus menunggu. Dalam menunggu beberapa dari sumber dayanya dapat saja dipreempted jika ada proses yang memintanya. Cara ini efektif untuk proses yang menyimpan dalam memory atau register.
4. Masalah lingkaran tunggu
Masalah ini dapat ditangani oleh sebuah protocol yang menjaga agar sebuah proses tidak membuat lingkaran sikus yang dapat mengakibatkan deadlock dengan cara memberikan penomoran kepada sumber daya, dan bila suatu proses meminta sumber daya lagi maka ia hanya dapat meminta sumber daya yang nomornya lebih tinggi dari yang ia minta sebelumnya.
Penghindaran DeadlockAlgoritma Bankir
Menurut Djikstra(1965) algoritma penjadwalan dapat menghindari deadlock dan algoritma penjadwalan tersebut dikenal dengan algoritma bankir. Algoritma ini dapat digambarkan, ada seorang bankir yang akan meminjamkan kepada peminjam-peminjamnya. Setiap peminjam memberikan batas pinjaman maksimum. Tentu saja bankir tahu bahwa peminjam tidak akan meminjam dana maksimum secara langsung melainkan bertahap. Bankir memprioritaskan kepada peminjam yang meminjam dana lebih banyak, sedangkan yang lain disuruh menunggu hingga peminjam yang lebih besar mengembalikan dananya, baru setelah itu ia
meminjamkan kepada peminjam yang lain. Jadi algoritma bankir disini mempertimbangkan apakah
permintaan proses sesuai dengan jumlah sumber daya yang ada dan sekaligus memperkirakan jumlah sumber daya yang mungkin diminta lagi. Jangan sampai ketika ada proses yang meminta sumber daya tetapi sumber dayanya habis atau tidak ada lagi jika tidak maka akan terjadi deadlock.
Secara umum algoritma bankir dibagi menjadi 4 struktur data:
1. Tersedia: jumlah sumber daya yang tersedia
2. Alokasi: jumlah sumber daya yang dialokasikan untuk setiap proses
3. Maksimum: jumlah permintaan sumber daya oleh proses
4. Kebutuhan: maksimum-alokasi(sisa sumber daya yang dibutuhkan oleh proses setelah dikurangi dengan yang dialokasikan)
Menurut Djikstra(1965) algoritma penjadwalan dapat menghindari deadlock dan algoritma penjadwalan tersebut dikenal dengan algoritma bankir. Algoritma ini dapat digambarkan, ada seorang bankir yang akan meminjamkan kepada peminjam-peminjamnya. Setiap peminjam memberikan batas pinjaman maksimum. Tentu saja bankir tahu bahwa peminjam tidak akan meminjam dana maksimum secara langsung melainkan bertahap. Bankir memprioritaskan kepada peminjam yang meminjam dana lebih banyak, sedangkan yang lain disuruh menunggu hingga peminjam yang lebih besar mengembalikan dananya, baru setelah itu ia
meminjamkan kepada peminjam yang lain. Jadi algoritma bankir disini mempertimbangkan apakah
permintaan proses sesuai dengan jumlah sumber daya yang ada dan sekaligus memperkirakan jumlah sumber daya yang mungkin diminta lagi. Jangan sampai ketika ada proses yang meminta sumber daya tetapi sumber dayanya habis atau tidak ada lagi jika tidak maka akan terjadi deadlock.
Secara umum algoritma bankir dibagi menjadi 4 struktur data:
1. Tersedia: jumlah sumber daya yang tersedia
2. Alokasi: jumlah sumber daya yang dialokasikan untuk setiap proses
3. Maksimum: jumlah permintaan sumber daya oleh proses
4. Kebutuhan: maksimum-alokasi(sisa sumber daya yang dibutuhkan oleh proses setelah dikurangi dengan yang dialokasikan)
Pemulihan Deadlock1. Terminasi Proses
Abort semua proses yang deadlock
Metode ini akan mematahkan deadlock cycle, tetapi bisa saja proses-proses yang deadlock telah dikomputasi dalam waktu yang lama dan hasil-hasil komputasi parsial harus dibuang, sehingga ada kemungkinan harus dikomputasi ulang. Abort satu proses pada satu waktu sampai deadlock tereliminir.Metode ini sangat mungkin mendatangkan overhead, setelah setiap proses di-abort, algoritma pendeteksian deadlock harus diminta kembali untuk menentukan apakah masih ada proses-proses yang deadlock. Jika terminasi parsial digunakan, kita harus menentukan proses-proses deadlock yang mana yang harus diterminasi. Penentuan ini pada dasarnya berkaitan dengan ekonomi. Kita harus abort proses-proses yang terminasinya minimum cost. Sayangnya, minimum cost tidak ditentukan satu hal. Banyak faktor yang
mempengaruhi pemilihan proses, mencakup:
- Apa prioritas dari proses
- Berapa lama proses telah mengkomputasi dan berapa lama lagi proses akan mengkomputasi sebelum menyelesaikan tugasnya
- Berapa banyak dan apa tipe dari sumber daya yang digunakan oleh proses
- Berapa sumber daya lagi yang dibutuhkan proses supaya selesai
- Berapa banyak proses yang perlu diterminasi
- Apakah proses interactive atau batch
2. Preempt Sumber Daya
Mengeliminasi deadlock menggunakan preempt sumber daya berarti kita berturut-turut preempt beberapa sumber daya dari suatu proses dan memberikan sumber daya ini ke proses lain sampai deadlock cycle patah.
Pada preempt sumber daya, tiga isu perlu dibicarakan:
- Memilih korban
Seperti pada terminasi proses, kita harus menentukan sumber daya dan proses mana yang akan dipreempt dengan minimum cost. Faktor cost mencakup parameter-parameter seperti jumlah dari sumber daya yang ditahan proses-proses yang deadlock dan jumlah waktu dari proses yang telah digunakan selama eksekusinya.
- Rollback
Jika kita preempt sebuah sumber daya dari sebuah proses, proses tidak dapat berlanjut dengan eksekusi normal karena proses kehilangan beberapa sumber daya yang diperlukan. Kita harus rollback proses ke beberapa safe state dan restart dari state tersebut. Secara umum, sulit untuk menentukan safe state.
Solusi termudah adalah dengan total rollback, abort proses, dan restart.
- Starvation
Dalam sebuah sistem di mana pemilihan korban berdasar primer pada faktor cost, dapat terjadi suatu proses tidak pernah menyelesaikan tugasnya karena suatu sumber daya selalu di-preempt pada proses yang sama. Kita harus memastikan bahwa sebuah proses dapat dipilih sebagai korban hanya dengan batasan waktu tertentu. Solusi pada umumnya adalah dengan menambahkan jumlah rollback ke dalam faktor cost.
RangkumanAbort semua proses yang deadlock
Metode ini akan mematahkan deadlock cycle, tetapi bisa saja proses-proses yang deadlock telah dikomputasi dalam waktu yang lama dan hasil-hasil komputasi parsial harus dibuang, sehingga ada kemungkinan harus dikomputasi ulang. Abort satu proses pada satu waktu sampai deadlock tereliminir.Metode ini sangat mungkin mendatangkan overhead, setelah setiap proses di-abort, algoritma pendeteksian deadlock harus diminta kembali untuk menentukan apakah masih ada proses-proses yang deadlock. Jika terminasi parsial digunakan, kita harus menentukan proses-proses deadlock yang mana yang harus diterminasi. Penentuan ini pada dasarnya berkaitan dengan ekonomi. Kita harus abort proses-proses yang terminasinya minimum cost. Sayangnya, minimum cost tidak ditentukan satu hal. Banyak faktor yang
mempengaruhi pemilihan proses, mencakup:
- Apa prioritas dari proses
- Berapa lama proses telah mengkomputasi dan berapa lama lagi proses akan mengkomputasi sebelum menyelesaikan tugasnya
- Berapa banyak dan apa tipe dari sumber daya yang digunakan oleh proses
- Berapa sumber daya lagi yang dibutuhkan proses supaya selesai
- Berapa banyak proses yang perlu diterminasi
- Apakah proses interactive atau batch
2. Preempt Sumber Daya
Mengeliminasi deadlock menggunakan preempt sumber daya berarti kita berturut-turut preempt beberapa sumber daya dari suatu proses dan memberikan sumber daya ini ke proses lain sampai deadlock cycle patah.
Pada preempt sumber daya, tiga isu perlu dibicarakan:
- Memilih korban
Seperti pada terminasi proses, kita harus menentukan sumber daya dan proses mana yang akan dipreempt dengan minimum cost. Faktor cost mencakup parameter-parameter seperti jumlah dari sumber daya yang ditahan proses-proses yang deadlock dan jumlah waktu dari proses yang telah digunakan selama eksekusinya.
- Rollback
Jika kita preempt sebuah sumber daya dari sebuah proses, proses tidak dapat berlanjut dengan eksekusi normal karena proses kehilangan beberapa sumber daya yang diperlukan. Kita harus rollback proses ke beberapa safe state dan restart dari state tersebut. Secara umum, sulit untuk menentukan safe state.
Solusi termudah adalah dengan total rollback, abort proses, dan restart.
- Starvation
Dalam sebuah sistem di mana pemilihan korban berdasar primer pada faktor cost, dapat terjadi suatu proses tidak pernah menyelesaikan tugasnya karena suatu sumber daya selalu di-preempt pada proses yang sama. Kita harus memastikan bahwa sebuah proses dapat dipilih sebagai korban hanya dengan batasan waktu tertentu. Solusi pada umumnya adalah dengan menambahkan jumlah rollback ke dalam faktor cost.
Deadlock adalah suatu kondisi dimana sekumpulan proses tidak dapat berjalan kembali akibat kompetisi memperebutkan sumber daya.
Terimakasih,,,,,,,,,,,,,,,,^ _^
Kupanggil Namamu "Ws Rendra"
Sambil menyeberangi sepi
kupanggil namamu, wanitaku
Apakah kau tak mendengarku?
Malam yang berkeluh kesah
memeluk jiwaku yang payah
yang resah
kerna memberontak terhadap rumah
memberontak terhadap adat yang latah
dan akhirnya tergoda cakrawala.
Sia-sia kucari pancaran sinar matamu.
Ingin kuingat lagi bau tubuhmu
yang kini sudah kulupa.
Sia-sia
Tak ada yang bisa kujangkau
Sempurnalah kesepianku.
Angin pemberontakan
menyerang langit dan bumi.
Dan dua belas ekor serigala
muncul dari masa silam
merobek-robek hatiku yang celaka.
Berulang kali kupanggil namamu
Di manakah engkau, wanitaku?
Apakah engkau juga menjadi masa silamku?
Kupanggil namamu.
Kupanggil namamu.
Kerna engkau rumah di lembah.
Dan Tuhan ?
Tuhan adalah seniman tak terduga
yang selalu sebagai sediakala
hanya memperdulikan hal yang besar saja.
Seribu jari dari masa silam
menuding kepadaku.
Tidak
Aku tak bisa kembali.
Sambil terus memanggil namamu
amarah pemberontakanku yang suci
bangkit dengan perkasa malam ini
dan menghamburkan diri ke cakrawala
yang sebagai gadis telanjang
membukakan diri padaku
Penuh. Dan Prawan.
Keheningan sesudah itu
sebagai telaga besar yang beku
dan aku pun beku di tepinya.
Wajahku. Lihatlah, wajahku.
Terkaca di keheningan.
Berdarah dan luka-luka
dicakar masa silamku.
kupanggil namamu, wanitaku
Apakah kau tak mendengarku?
Malam yang berkeluh kesah
memeluk jiwaku yang payah
yang resah
kerna memberontak terhadap rumah
memberontak terhadap adat yang latah
dan akhirnya tergoda cakrawala.
Sia-sia kucari pancaran sinar matamu.
Ingin kuingat lagi bau tubuhmu
yang kini sudah kulupa.
Sia-sia
Tak ada yang bisa kujangkau
Sempurnalah kesepianku.
Angin pemberontakan
menyerang langit dan bumi.
Dan dua belas ekor serigala
muncul dari masa silam
merobek-robek hatiku yang celaka.
Berulang kali kupanggil namamu
Di manakah engkau, wanitaku?
Apakah engkau juga menjadi masa silamku?
Kupanggil namamu.
Kupanggil namamu.
Kerna engkau rumah di lembah.
Dan Tuhan ?
Tuhan adalah seniman tak terduga
yang selalu sebagai sediakala
hanya memperdulikan hal yang besar saja.
Seribu jari dari masa silam
menuding kepadaku.
Tidak
Aku tak bisa kembali.
Sambil terus memanggil namamu
amarah pemberontakanku yang suci
bangkit dengan perkasa malam ini
dan menghamburkan diri ke cakrawala
yang sebagai gadis telanjang
membukakan diri padaku
Penuh. Dan Prawan.
Keheningan sesudah itu
sebagai telaga besar yang beku
dan aku pun beku di tepinya.
Wajahku. Lihatlah, wajahku.
Terkaca di keheningan.
Berdarah dan luka-luka
dicakar masa silamku.
Jumat, 27 Mei 2011
Katanya Jihad, kok kasar?
Hukum jihad ( memerangi ) pada masa Rosulullah s.a.w masih hidup, Fardhu Kifayah sedangkan setelah Rosulullah s.a.w wafat hukum jihad ada 2 (dua) yaitu, Fardhu Kifayah dan bisa juga menjadi Fardhu 'Ain. Dihukumi Fardhu Kifayah jika berjihadnya di dalam negara kafir, dan dihukumi Fardhu 'Ain jika ada orang kafir yang mengusik kedamaian dan kerukunan di dalam negara islam atau negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Itupun sengan syarat, yang berjihad harus;
1. Beragama Islam
2. Sudah Baligh
3. Berakal, alias bukan orang gila.
4. Merdeka, alias bukan budak, hamba sahaya dsb.
5. Laki-laki, jadi perempuan maupun banci tidak wajib ikut berjihad.
6. Sehat.
7. Mampu untuk berperang, alias tidak wajib bagi laki-laki yang tangannya putus misalnya, atau tidak mampu menggunakan alat-alat perang seperti pedang atau menunggang kuda.
Dalam berjihad, tidak boleh menyakiti apalagi membunuh;
1. Anak kecil, mereka cukup ditahan saja dan secara otomatis masuk islam, jika, salah satu dari orang tuanya masuk islam.
2. Perempuan.
3. Musuh yang jelas-jelas sudah tidak berdaya untuk melawan.
4. Tua renta
jelas sekali, walau sedang berperang sekalipun, Islam tetap mengajarkan kelembutan. Nah, kalau kita lihat kembali kasus-kasus bom, teror-teror yang terjadi di Indonesia dengan dalih sedang berjihad, ITU SALAH BESAR !!!!!!!!!!!!
Lihat berapa banyak anak-anak tewas, perempuan-perempuan, orang-orang tak bersalah semua ikut terkena akibat dari paham yang keliru tersebut !!!!!
Pantas saja mereka disebut Teroris ! bukan Mujahid !!!Apanya yang tentara Allah ? tentara iblis iya !!!!!
Kalau memang niat berjihad, datangi saja langsung negara yang memang perlu diperangi.Jangan malah merusak negara sendiri, aneh, jangan-jangan mereka yang mengaku dirinya sebagai Mujahid, yang selalu berteriak allahu akbar, allahu akbar dengan keras-keras, bukan muslim ????
bayaran gitu,.....
Pesan penulis kepada orang-orang goblok yang merusak negara ini, merusak sarana dan reputasi Indonesia, penulis mohon untuk tidak serampangan dalam bom mengebom. Tentukan sasaran yang jelas, dan ingat JANGAN KASAR alias tidak memakai bom !
pakailah cara yang elegan, cara yang keren tanpa kekerasan
Kedepannya, kalau mau jihad jangan pake bom-boman lagi, ya ? ^_^
NB : niatnya sih pengen nulis opini, tapi malah nggak tau deh nih jadinya tulisan apa ????
hehehehehe
1. Beragama Islam
2. Sudah Baligh
3. Berakal, alias bukan orang gila.
4. Merdeka, alias bukan budak, hamba sahaya dsb.
5. Laki-laki, jadi perempuan maupun banci tidak wajib ikut berjihad.
6. Sehat.
7. Mampu untuk berperang, alias tidak wajib bagi laki-laki yang tangannya putus misalnya, atau tidak mampu menggunakan alat-alat perang seperti pedang atau menunggang kuda.
Dalam berjihad, tidak boleh menyakiti apalagi membunuh;
1. Anak kecil, mereka cukup ditahan saja dan secara otomatis masuk islam, jika, salah satu dari orang tuanya masuk islam.
2. Perempuan.
3. Musuh yang jelas-jelas sudah tidak berdaya untuk melawan.
4. Tua renta
jelas sekali, walau sedang berperang sekalipun, Islam tetap mengajarkan kelembutan. Nah, kalau kita lihat kembali kasus-kasus bom, teror-teror yang terjadi di Indonesia dengan dalih sedang berjihad, ITU SALAH BESAR !!!!!!!!!!!!
Lihat berapa banyak anak-anak tewas, perempuan-perempuan, orang-orang tak bersalah semua ikut terkena akibat dari paham yang keliru tersebut !!!!!
Pantas saja mereka disebut Teroris ! bukan Mujahid !!!Apanya yang tentara Allah ? tentara iblis iya !!!!!
Kalau memang niat berjihad, datangi saja langsung negara yang memang perlu diperangi.Jangan malah merusak negara sendiri, aneh, jangan-jangan mereka yang mengaku dirinya sebagai Mujahid, yang selalu berteriak allahu akbar, allahu akbar dengan keras-keras, bukan muslim ????
bayaran gitu,.....
Pesan penulis kepada orang-orang goblok yang merusak negara ini, merusak sarana dan reputasi Indonesia, penulis mohon untuk tidak serampangan dalam bom mengebom. Tentukan sasaran yang jelas, dan ingat JANGAN KASAR alias tidak memakai bom !
pakailah cara yang elegan, cara yang keren tanpa kekerasan
Kedepannya, kalau mau jihad jangan pake bom-boman lagi, ya ? ^_^
NB : niatnya sih pengen nulis opini, tapi malah nggak tau deh nih jadinya tulisan apa ????
hehehehehe
Langganan:
Postingan (Atom)

















